YOGYA (KRjogja.com) - Kodim 0734 Yogyakarta bersama
petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Manunggal melakukan panen raya
beras merah di areal persawahan Desa Sorosutan, Desa Umbulharjo,
Yogyakarta, Selasa (30/04/2013). Dalam panen raya, dari lahan seluas
sekitar 400 meter persegi ini petani berhasil menghasilkan 9.600 kg
gabah kering giling.
Komandan Kodim (Dandim) 0734 Yogyakarta,
Letkol (Arh) Ananta Wira menegaskan, kerjasama jajarannya bersama para
petani ini merupakan wujud nyata TNI AD dalam melaksanakan program
ketahanan serta kemandirian pangan yang digagas pemerintah. Dengan mampu
memproduksi beras sendiri, maka kedepan bangsa Indonesia akan bebas
dari impor beras.
“Rakyat Indonesia ya harus makan nasi dari beras
Indonesia. Bangsa kita negara agraris, banyak yang bisa kita lakukan
dari kekayaan ala mini,” tegasnya.
Ananta Wira sendiri mengaku di
Kota Yogyakarta sendiri saat ini cukup sulit dijumpai persawahan yang
menjadi garapan petani kecuali di wilayah Umbulharjo dan Kotagede. Lahan
yang seharusnya digunakan untuk bercocok tanam malah kini telah
berganti menjadi bangunan-bangunan megah.
Namun demikian ia juga
menyadari jika pembangunan merupakan konsekuensi dari tuntutan jaman
yang sulit dihindari. Yang perlu dilakukan saat yakni mengubah pola
pikir masyarakat untuk mampu memanfaatkan lahan sisa yang sedikit itu
untuk areal produktif yang bisa ditanami tanaman pangan.
“Tidakpun
padi, masyarakat bisa menanam jagung, ketela atau sayur-sayuran. Dengan
pola itu maka setidaknya setiap keluarga mampu memproduksi makanan
untuk dikonsumsinya sendiri,” tambahnya.
Dalam panen raya tersebut
Dandim melakukan pemotongan padi perdana yang diikuti juga oleh
Komandan Koramil (Danramil) 07 Umbulharjo Kapten (Inf) Purwanto,
Kapolsek Umbulharjo Kompol Tri Sugihartana dan masyarakat setempat.
Hasil panen tersebut nantinya akan dibagikan kepada para anggota
kelompok tani ini dan sisanya akan dibagikan keada warga sekitar.






0 komentar:
Posting Komentar