Serbuk Beras Merah Natural (SBMN) berasal dari beras merah pilihan yang berkualitas. Diolah secara higienis dengan pengawasan mutu yang ketat. Serbuk Beras Merah Natural (SBMN) mengandung serat, protein, lemak, karbohidrat, vitamin A, B, B komplek dan E,mineral, enzim serta tidak mengandung bahan pengawet sehingga dapat disajikan sebagai minuman kesehatan alami.

Beras Merah Kaya Vitamin dan Mineral

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Beras Merah Dapat menyembuhkan Asam Lambung dan Maag

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Beras Merak Sangat cocok Untuk Program Diet

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Beras Merah Sangat Bermanfaat untuk pertumbuhan Bayi

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Beras Merah Sangat Efektif Untuk Penderita Lumpuh

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Beras Merah Membantu Meningkatkan Kecerdasan

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sabtu, 15 Maret 2014

Cara Pemesanan Serbuk Beras Merah

Berikut ini adalah tata cara order/pemesanannya :

  • Kirim SMS/Telp ke 081 326 251 779 / 085 740 593 948 mengenai jumlah produk yang rencananya akan Anda order.
  • Tunggu SMS balasan dari Kami yang akan menginformasikan rincian harga dan menentukan total nominal order beserta biaya kirim ke kota Anda. 
  • Lakukan pembayaran dengan cara transfer ke rekening yang bisa Anda pilih sebagai berikut : 


                No Rek 2890676181
                   a/n Ekana Fauji 
              No Rek 0029-01-000220-569 
               a/n Abror Yudhi Prabowo
  • Setelah Anda melakukan pembayaran segera konfirmasikan kepada kami melalui sms/telepon dan informasikan nama dan alamat lengkap beserta no telepon aktif yang bisa dihubungi untuk keperluan pengiriman.
  • Status pembayaran akan divalidasi.
  • Order diproses dan dikirim ke alamat ketika transfer berhasil, maka produk akan segera dikirim ke alamat Anda. Pengiriman barang dengan menggunakan POS / TIKI / JNE / ELTEHA / TRAVEL / HERONA.  



Beras Merah Kaya Vitamin & Mineral

Nilai gizi beras bergantung pada jenisnya. Dari sisi jenis, masyarakat
menggolongkan beras menjadi tiga golongan: beras putih (dipisahkan lagi
menjadi pulen dan pera), beras ketan, dan beras merah. Tetapi, apa pun
nama berasnya, yang awam tahu tentangnya, bahan ini hanyalah sumber
karbohidrat semata, pengenyang pemt, 'bensin' untuk beraktivitas.

Padahal, jika saja mau sedikit iseng 'membongkarnya', utamanya beras
merah, beras memiliki banyak manfaat lain. Beras merah punya kandungan
gizi yang jauh lebih baik dibanding beras putih.

Sebabnya, karena, umumnya beras putih berasal dari beras yang telah
digiling sehingga sudah hilang kulit arinya, sementara beras merah
berasal dari beras tumbuk, yang kulit arinya tak banyak hilang.

Padahal kulit ari beras mengandung zat-zat gizi yang penting bagi tubuh,
di dalam kulit ari tersebut kaya serat dan minyak alami. Serat tak hanya
mengenyangkan, namun juga mencegah berbagai penyakit saluran pencernaan.

Jika ditilik, dalam satu mangkuk beras merah mengandung sekitar 3,5 gram
serat, sementara beras putih kurang dari 1 gram. Banyak manfaat dari
mengonsumsi beras merah, yakni dapat meningkatkan perkembangan otak dan menurunkan kolesterol darah. Sebut saja, lemak, dalam kulit ari
kebanyakan merupakan lemak esensial, yang sangat dibutuhkan untuk
perkembangan otak anak. Sedangkan senyawa-senyawa dalam lemak kulit ari juga dapat menurunkan kolesterol darah, salah satu faktor risiko penyakit jantung.


Jika dilihat dari segi kandungan vitamin dan mineral, beras merah pun
lebih unggul. Kandungan vitamin dan mineral beras merah 2-3 kali beras
putih. Beras merah mengandung tiamin (vitamin BI) yang diperlukan untuk
mencegah beri-beri pada bayi. Zat besinya juga lebih tinggi, membantu
bayi usia 6 bulan ke atas yang asupan zat besinya dari ASI sudah tidak
lagi mencukupi kebutuhan tubuh. Belum lagi vitamin dan mineral-mineral
penting lainnya. Sayangnya kita lebih familiar dengan beras putih.
Jarang sekali di dalam keluarga mengonsumsinya. Nah, jika ingin keluarga
sehat, mulailah mengonsumsi beras merah.


Cegah Kanker

Beras merah telah terkenal sejak tahun 2800 SM. Oleh para tabib saat itu
benda ini dipercaya memiliki nilai nilai medis yang dapat memulihkan
kembali rasa tenang dan damai. Meski, dibandingkan dengan beras putih,
kandungan karbohidrat beras merah lebih rendah (78,9 gr : 75,7 gr),
tetapi hasil analisis Nio (1992) menunjukkan nilai energi yang
dihasilkan beras merah justru di atas beras putih (349 kal : 353 kal).
Selain lebih kaya protein (6,8 gr : 8,2 gr), hal tersebut mungkin
disebabkan kandungan tiaminnya yang lebih tinggi (0,12 mg 0,31 mg.


Kekurangan tiamin bisa mengganggu sistem saraf dan jantung, dalam
keadaan berat dinamakan beri-beri, dengan gejala awal nafsu makan
berkurang, gangguan pencernaan, sembelit, mudah lelah, sernutan, jantung berdebar, dan refleks berkurang. Unsur gizi lain yang terdapat pada beras merah adalah fosfor (243 mg per 100 gr bahan). Dan selenium.

Selenium merupakan elemen kelumit (trace element) yang merupakan bagian esensial dari enzim glutation peroksidase.

Enzim ini berperan sebagai katalisator dalam pemecahan, peroksida
menjadi ikatan yang tidak bersifat toksik-peroksida dapat berubah
menjadi radikal bebas yang mampu mengoksidasi asam lemak tidak jenuh
dalam membran sel hingga merusak membran tersebut, menyebabkan kanker, dan penyakit degeneratif lainnya. Karena kemampuannya itulah banyak pakar mengatakan bahan ini mempunyai potensi untuk mencegah penyakit kanker dan penyakit degeneratif lain.

                                                             Sumber: Tabloid Ibu & Anak

Beras Merah Lokal Kalirejo Jadi Unggulan Kabupaten Batang

Untuk meningkatkan swasembada bahan pangan khususnya beras, kelompok tani "Sumber Rahayu" Desa Kalirejo Kecamatan Bawang Kabupaten Batang tengah mengembangkan budidaya tanaman padi jenis Beras Merah lokal. Produk asli sejak nenek moyang tersebut memang sudah lama sekali ada did aerah tersebut. Namun seiiring waktu tanaman yang hampir punah tersebut kini dikembangkan kembali oleh para kelompok tani yang didampingi pihak Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) juga mantri tani dari Dinas  Pertanian dan Peternakan Kabupaten Batang. 

Budidaya tanaman padi  beras merah lokal di Jawa Tengah kali pertama dikembangkan oleh masyarakat kelompok tani desa Kalirejo binaan Kades Muhyidin yang bekerjasama dengan pihak petugas penyuluh lapangan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Batang dan mantri tani dari BP3K kecamatan Bawang. Kini produk lokal beras merah Kalirejo mendapatkan apresiasi dari Gubernur Jawa Tengah H Bibit Waluyo yang ternyata juga gemar dengan mengkonsumsi beras merah lokal unggulan desa kalirejo kecamatan Bawang kabupaten Batang tersebut.
 
"Budidaya tanaman padi jenis beras merah ini sengaja kami kembangkan sehubungan adanya permintaan pasar luar maupun lokal, selain itu juga budidaya tanaman ini mendapat support dari pemerintah provinsi Jawa Tengah yang sudah memberikan bantuan melalui APBD 1," ujar Petugas Penyuluh Lapangan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Batang Agus Sucipto SP.
Melalui Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) yang diiukuti oleh sejumlah 30 orang dari kelompok tani "Sumber Rahayu" Kalirejo ini, para petani dapat mengembangkan dan mengolah budidaya tanaman tersebut apalagi dengan adanya bantuan dari pemerintah provinsi, sehingga ada semangat bagi para petani, selain meningkatkan hasil panen juga dapat memperbaiki ekonomi warga menjadi bertambah serta bangga akan produk lokal daerah banyak diminati oleh banyak orang.
 
Atas kerjasama dan ketekunan kelompok tani "Sumber Rahayu" Kalirejo dengan pihak penyuluh, budidaya tanaman padi beras merah lokal tersebut mendapatkan hasil yang sangat membanggakan. Pasalnya, tanaman budidaya beras merah bisa menghasilkan produksi sebanyak 4,8 Ton / Ha dengan menggunakan pola tanam legowo II atau hasil ubinan 2,5 x 2,5 m2, berbeda dengan hanya menggunakan sistem tanam biasa hanya menghasilkan produksi sebanyak 3 Ton/Ha. Dari perbedaan cara dan pola tanam tersebut berarti ada peningkatan yang signifikan sebesar 1,8 Ton/Ha.
 
Dari hasil pola tanam legowo II tersebut hanya membutuhkan jumlah benih beras merah sebanyak 25 kg/Ha untuk mendapatkan hasil yang sedemikian banyak. sehingga ada kecenderungan peningkatan hasil panen tanaman beras merah lokal. Perbedaan jenis tanaman beras merah biasa dengan  beras merah lokal itu terlihat pada bagian warna batang tanaman, untuk tanaman beras merah lokal pada batang terlihat batang padi berwarna merah keunguan, sedangkan tanaman beras merah biasa pada batang terlihat warna putih.
 
"Tanaman yang dibudidayakan oleh para petani cenderung lebih menggunakan perawatan dengan obat herbal atau alami untuk menangani masalah gangguan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) serta hanya dengan mengandalkan pupuk organik. Tanaman padi beras merah lokal juga banyak manfaatnya diantaranya, dapat mengatasi penyakit seperti diabetes, stroke, kanker, jantung serta meningkatkan daya kecerdasan pada otak. Selain itu juga kelebihan  tanaman padi beras merah lokal ternyata tahan terhadap gangguan hama,"jelas Mantri Tani Suyono.
 
"Saya sangat bangga akan produk lokal unggulan daerah ini, ternyata desa Kalirejo mempunyai potensi alam yang berlimpah, juga ucapan terima kasih atas kerjasama para Tenaga Harian Lepas (THL) Wartoyo dengan pihak petugas penyuluh lapangan yang telah membantu para kelompok tani,"ujar Camat Bawang Ulul Azmi AP MM "Rencana kedepan budidaya tanaman padi beras merah yang merupakan produk unggulan lokal dapat menembus pasaran ekspor,"tandas kades Kalirejo Muhyidin.

IKON BERAS MERAH GUNUNGKIDUL

WONOSARI (KR)
 
- Keinginan Bupati Gunungkidul untuk menjadikan beras merah sebagai
ikon daerah mendekati kenyataan. Uji lapangan sudah selesai dilakukan.
Sementara sekitar bulan Juli akan dilakukan uji genetika di Balai
Pengembangan Teknologi Pertanian (BPTP), Fakultas Biologi UGM dan PBSB.
“Yang akan diuji varietas beras merah Mandel dan Slegreng,” kata Kepala
Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Gunungkidul Ir Dwinggo Nirwanto
didampingi Kabid Produksi Supriyadi STP kepada KR Jumat (14/3). 


Secara umum padi merah Mandel dan Slegreng sudah lama dibudidayakan petani Gunungkidul. Hampir seluruh wilayah cocok untuk jenis tersebut. Kedua
varietas beras merah tersebut seakan sudah menjadi milik petani
Gunungkidul sejak dulu kala. Untuk menjaga kemurnian varietas, Dinas
Pertanian dan Tanaman Gunungkidul berusaha melakukan pemuliaan. 


Diakui,varietas Mendel dan Slegreng produksinya tidak setinggi beras IR 64 dan lainnya, tetapi harga jualnya lebih tinggi. Produksi rata-rata sekitar
4 ton hingga 5 ton satu hektar. Namun, jika beras biasa harganya
sekitar Rp 5 ribu, beras merah dapat mencapai Rp 8 ribu tiap kilogram.
Dari segi pertumbuhan, petani juga suka karena batangnya tinggi besar
dan buahnya lebat. “Secara psikologis petani merasa puas menyaksikan
panenan beras merah ini,” kata Dwinggo Nirwanto.. Wakil Bupati
Gunungkidul Hj Badingah SSos berharap petani tidak perlu ragu lagi
untuk menanam padi yang menghasilkan beras merah, karena sekarang ini
mulai bermunculan rumah-rumah makan dengan menu beras merah. Selain
eksotik gizinya juga lebih tinggi dibanding beras biasa. “Karena itu
beras merah memang layak dikembangkan,”

Kodim Yogyakarta Panen Beras Merah

YOGYA (KRjogja.com) - Kodim 0734 Yogyakarta bersama petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Manunggal melakukan panen raya beras merah di areal persawahan Desa Sorosutan, Desa Umbulharjo, Yogyakarta, Selasa (30/04/2013). Dalam panen raya, dari lahan seluas sekitar 400 meter persegi ini petani berhasil menghasilkan 9.600 kg gabah kering giling.

Komandan Kodim (Dandim) 0734 Yogyakarta, Letkol (Arh) Ananta Wira menegaskan, kerjasama jajarannya bersama para petani ini merupakan wujud nyata TNI AD dalam melaksanakan program ketahanan serta kemandirian pangan yang digagas pemerintah. Dengan mampu memproduksi beras sendiri, maka kedepan bangsa Indonesia akan bebas dari impor beras.
“Rakyat Indonesia ya harus makan nasi dari beras Indonesia. Bangsa kita negara agraris, banyak yang bisa kita lakukan dari kekayaan ala mini,” tegasnya.

Ananta Wira sendiri mengaku di Kota Yogyakarta sendiri saat ini cukup sulit dijumpai persawahan yang menjadi garapan petani kecuali di wilayah Umbulharjo dan Kotagede. Lahan yang seharusnya digunakan untuk bercocok tanam malah kini telah berganti menjadi bangunan-bangunan megah.
Namun demikian ia juga menyadari jika pembangunan merupakan konsekuensi dari tuntutan jaman yang sulit dihindari. Yang perlu dilakukan saat yakni mengubah pola pikir masyarakat untuk mampu memanfaatkan lahan sisa yang sedikit itu untuk areal produktif yang bisa ditanami tanaman pangan.

“Tidakpun padi, masyarakat bisa menanam jagung, ketela atau sayur-sayuran. Dengan pola itu maka setidaknya setiap keluarga mampu memproduksi makanan untuk dikonsumsinya sendiri,” tambahnya.
Dalam panen raya tersebut Dandim melakukan pemotongan padi perdana yang diikuti juga oleh Komandan Koramil (Danramil) 07 Umbulharjo Kapten (Inf) Purwanto, Kapolsek Umbulharjo Kompol Tri Sugihartana dan masyarakat setempat. Hasil panen tersebut nantinya akan dibagikan kepada para anggota kelompok tani ini dan sisanya akan dibagikan keada warga sekitar.

Petani Pulau Dewata Tanam Padi Beras Merah


Musim Hujan, Petani Jatiluwih Daerah (Tabanan) Tanam Padi Beras Merah
Tabanan (beritadewata.com) - Musim hujan dimanfaatkan petani Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan  untuk tanam padi beras merah. Sejak Kamis (12/1/2012) pagi kemarin, petani setempat tidak beranjak dari pematang sawah. Hampir pasti mereka bergotong royong dari satu pematang ke pematang sawah lain menancapkan benih padi beras merah organik secara berjajar.

"Maklum, musim tanam padi beras merah hanya sekali dalam setahun, beda dengan padi biasa, " jelas I Wayan Semara Jaya petani Jatiluwih.

Padi beras merah organik Jatiluwih musim tanamnya setiap awal tahun bulan Januari dan panennya awal bulan Juni. "Karena umurnya sampai lima bulan dari mulai tanam hingga panen," tambahnya.

Menurutnya, hasil panen padi beras merah organik setiap tahunnya mengalami peningkatan. "Tahun 2011 lalu, rata-rata satu hektar hasilnya 5 ton," tandasnya.

Hasil panen padi beras merah  terus meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya menghasilkan 4,1 ton per hektarnya. Untuk harga  pasca panen gabah  kering panen Rp 4500 per kilogram, sedangkan harga gabah kering gilingnya harga pasaran Rp 7500. "Kebanyakan petani disini tidak mau menjual padi dengan pola pajegan," tambahnya.

Dikatakan, petani lebih senang memanen hasilnya meskipun menggunakan jasa buruh dari desa setempat karena hasilnya akan lebih tinggi dibandingkan menjual dengan para tengkulak.Terkait hama, padi beras merah diakuinya tahan hama seperti wereng. "Hama tikus sempat ada tapi tidak sampai membuat padi petani gagal panen," tandasnya.

Kebutuhan pupuk organik setiap petani Jatiluwih menggunakan 1 ton untuk 1 hektar lahan.Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Desa Jatiluwih I Wayan Muliada mengatakan petani jatiluwih  mendapatkan bantuan dana dari L embaga Mandiri yang Mengakar di Masyarakat (LM3). Dananya telah cair bulan November 2011 lalu sebesar Rp 116,5 Juta. "Dana itu telah masuk ke rekening pekaseh,"  tandasnya.

Kegunaan dana bergulir itu nantinya diawasi oleh para petani dan sebagai penanggung jawab adalah pekaseh. "Pemberian bantuan dana untuk kebutuhan pupuk organik ini kedepan bertujuan untuk merangsang petani di jatiluwih memproduksi sendiri pupuk organik ," pungkasnya.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More